Tampilkan postingan dengan label wisuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisuda. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 November 2014

Sebuah Catatan tentang Wisuda di Usia Emas

Sepanjang masa pendidikan tinggi, wisuda mungkin adalah momen yang paling dinantikan oleh seorang mahasiswa selain sidang skripsi. Ibarat pendakian gunung, kedua momen itu adalah puncak pendakian untuk rehat dari lelah dan mengahabiskan kalori untuk tersenyum dan mengabadikan pemandangan kebahagiaan. Pernah mendaki gunung hingga puncak? Ya, saat menjejak puncak itulah kita biasanya menunjukkan kepuasan dan kebanggaan, memasang pose yang paling gagah dengan bahasa tubuh yang seolah-olah mengatakan “hei, aku udah pernah nyampe sini lho! B-) ”

Aku sempat berfikir dan berniat untuk tidak mengikuti prosesi wisuda karena tidak menemukan esensi yang urgen dari seremoni itu. Setelah orang tua merespon negatif gagasanku itu dan aku akhirnya tahu bahwa ikut atau gak ikut wisuda aku tetap diharuskan membayar administrasi wisuda, akhirnya aku memutuskan untuk izin meninggalkan tempat kerjadi Balikpapan beberapa hari, menyeberangi Laut Jawa demi mengikuti wisuda. Apalagi, suatu hari ibuku pernah memamerkan baju barunya dengan wajah sumringah seraya berkata, “ini baju baru yang akan dipakai di wisudanya Iqbal”, hingga melelehlah sang ananda waktu itu, dan syahdu lelehannya masih terasa hingga kini.