Batas, ketika tegak menjadi patah lalu jatuh..
Ada pula yang memilih 'menyerah'
Mereka yang sudah jatuh sebelum patah
Mereka yang mundur sebelum melangkah
Jumat, 28 Februari 2014
Selasa, 25 Februari 2014
Refleksi Konsistensi
Jalani dengan tenang..
Fokus..
Konsentrasi..
Jaga nutrisi..
Atur ritme..
Bayangkan visi..
Teriakan cemoohan atau dukungan, semuanya sama, mengharapkan kita tidak bergeming menuju tujuan...
Fokus..
Konsentrasi..
Jaga nutrisi..
Atur ritme..
Bayangkan visi..
Teriakan cemoohan atau dukungan, semuanya sama, mengharapkan kita tidak bergeming menuju tujuan...
Sabtu, 25 Januari 2014
Dari Rahim yang Sama
Kita ditakdirkan hadir dari rahim
yang sama, dari sepasang manusia yang sama, tumbuh dan berkembang mula di sana.
Belum genap hak menyusuku habis, ibu kita mengandung lalu melahirkanmu. Tak
pernah aku sesali lalu menuntut ganti, apatah lagi benci, waktu itu kita hanya
dua makhluk yang belum sadar tentang hak dan kewajiban insani.
Kita ditakdirkan tumbuh dan
berkembang dalam rumah yang sama, meski kamar kita berbeda. Aku anak laki-laki,
kamu anak perempuan. Di rumah itu, aku tumbuh sebagai anak laki-laki yang
pendiam, kaku, patuh, penurut, dan penakut. Sedangkan kamu tumbuh sebagai anak
perempuan yang enerjik, luwes, pemberontak, dan pemberani.
Selasa, 21 Januari 2014
Di Balik Cerita, Serial Suami Otak Kiri dan Suami Otak Kanan
Kurang-lebih setahun terakhir ini aku dengan seorang sahabat menyusun tulisan-tulisan cerita dengan tajuk "Serial Suami Otak Kiri dan Suami Otak Kanan". Awalnya dari postingan sahabatku itu saja yang dibagikan di grup alumni pesantren, lalu kemudian aku membantunya mengolah, mengembangkan, memberi ide, ilustrasi, dan seterusnya. Isinya hanya cerita dengan format narasi dan dialog beberapa tokoh yang bertema seputar kejadian dalam rumah tangga, khususnya Suami-Istri. Cerita-cerita di dalamnya kemudian menawarkan pembaca untuk mengkomprasikan nilai/sikap antara si Suami Otak Kiri (dikenalkan sebagai Soki) dan Suami Otak Kanan (dikenalkan sebagai Soka).
Biasanya, yang menjadi kunci 'pertahanan' untuk menerima dan menolak oleh pembacanya adalah konteks yang membandingkan karakter Kiri dan Kanan dalam cerita. Ada yang bilang "diskriminatif", "gak adil", "memojokkan salah satu pihak", dll. Wajar, awalnya aku pun merasakan hal yang serupa. Jujur, ketika sikap si Suami Otak Kiri ini ternyata pernah terlintas di pikiranku --bahkan pernah aku lakukan, *tapi bukan sebagai suami ya :D--, responku ya kesel. Tapi secara naluriah aku mengakui, sikap si Suami Otak Kanan ini memang pilihan yang baik nan unik. Kemudian aku mikir, daripada menggerutu pada karya orang lain lebih baik ambil yang baik dan manfaatnya sajalah. Akhirnya waktu itu aku nanya-nanya ke sahabatku itu, "apakah konteks Otak Kiri-Otak Kanan yang dia maksud itu sama dengan konsep potensi Otak Kiri-Otak Kanan yang dikenal pada umumnya (Psikologi) atau gagasan yang berbeda?", jawabannya ternyata 'gagasan yang berbeda'. Setelah itu aku mantap melanjutkan kerjasama penyusunan cerita-cerita Soki-Soka.
Selasa, 17 Desember 2013
Sebuah Cerita dari Perjalanan Cinta
Sebagaimana bahtera, navigator telah melengkapi sang nahkoda, beranjaklah dua peradaban yang bersatupadu dengan bekal taqwa dan ikatan miitsaaqan ghaliizhaa
Maka kisah berikutnya adalah lambaian haru para pengantar di semenanjung pelabuhan
Maka kisah berikutnya adalah riak-riak kecil yang lalu menggelombang di muka samudera kehidupan
Maka kisah berikutnya adalah angin yang menguji arah, dan badainya menantang luluh lantak, menguji ketenangan
Maka kisah berikutnya adalah lambaian haru para pengantar di semenanjung pelabuhan
Maka kisah berikutnya adalah riak-riak kecil yang lalu menggelombang di muka samudera kehidupan
Maka kisah berikutnya adalah angin yang menguji arah, dan badainya menantang luluh lantak, menguji ketenangan
Kamis, 28 November 2013
Catatan Nostalgia Seorang Santri; Asaatidzunaa
Tulisan ini semacam catatan nostalgia seorang santri tentang asaatidz-nya,
seorang murid tentang guru-gurunya. Dan dari kesemua catatan nostalgia yang ane punya, masa didikan 6 tahun di Pondok Pesantren Husnul Khotimah-lah yang
sanggup memberikan kesan yang paling nancep untuk perkembangan
kepribadian ane.
Saudara-saudari –terkhusus, alumni HK X--, apa
yang masih ente semua kenang dari asaatidz kita di Husnul? :)
Ane lagi nyoba me-list
beberapa hal; kesan, perkataan, hikmah, ajaran, yang sampai sekarang masih ane inget dari
beliau-beliau yang ane hormati. Tidak bermaksud untuk meninggikan penilaian atas Ustadz satu dari Ustadz yang lain, ane hanya merangkum beberapa hal yang berkesan dan meninggalkan hikmah bagi ane pribadi selaku santri beliau, dan berharap mengingatkan kembali kepada diri ane -khususnya- untuk terus istiqamah memanfaatkan ilmu-ilmu yang telah beliau semua ajarkan kepada diri ane.
Jumat, 22 November 2013
Muhasabah 25
Hitungan waktu itu
seperti menguliti
Menelanjangi hingga
nampak yang asli
Kelak akan kita baca
dan rasa;
Akhir suatu cerita
perjalanan
Buah dari sekumpulan
perjuangan
***
Yogyakarta, 18011435
@iboymuharram
(Established since 18
Muharram 1410 H - 18 Muharram 1435 H)
Langganan:
Postingan (Atom)
