Kamis, 19 September 2013
33, Angka yang Bagus :)
Foto ini diambil pada 29 Juni 2004, 9 tahun yang lalu, bersama satu-satunya saudara kandungku yang laki-laki.
Baru saja kemarin usianya masuk tahun ke-33. Semoga usianya panjang dan barakah, sukses memimpin keluarga :)
aamiin..
Senin, 02 September 2013
Dalam Ukhuwwah
Apa yang ada dalam hitungan waktu ini
Tak terbaca dalam wujud angka
Apa yang ada dalam ikatan waktu ini
Tak terkurung dalam rangkai kata
Seperti itulah kisah mengendapnya rasa
Rasa yang tak terharga tumpukan harta
Rasa yang tak dikenang rekam peristiwa
Harganya adalah taqdir
Tiada satu pun makhluk bisa menulisnya
Talinya adalah iman
Yang diikatkan hanya oleh Penciptanya
Ukhuwwah,
Dalam dekapnya kita berjumpa
Dalam citanya kita berpisah
"dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Maha Perkasa, Maha Bijaksana"
(Al-Anfaal : 63)
*catatan sebuah forum Syawalan
Yogyakarta, 31 Agustus 2013
Tak terbaca dalam wujud angka
Apa yang ada dalam ikatan waktu ini
Tak terkurung dalam rangkai kata
Seperti itulah kisah mengendapnya rasa
Rasa yang tak terharga tumpukan harta
Rasa yang tak dikenang rekam peristiwa
Harganya adalah taqdir
Tiada satu pun makhluk bisa menulisnya
Talinya adalah iman
Yang diikatkan hanya oleh Penciptanya
Ukhuwwah,
Dalam dekapnya kita berjumpa
Dalam citanya kita berpisah
***
"dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Maha Perkasa, Maha Bijaksana"
(Al-Anfaal : 63)
*catatan sebuah forum Syawalan
Yogyakarta, 31 Agustus 2013
Rabu, 26 Juni 2013
Muhasabah Resah di Gempita Cita
Tertatih-tatih kita menapak tinggi letih
Hingga rasanya
berjatuhan semua harapan dari perbekalan
Terbahak-bahak kita
menjejak ujung puncak
Hingga berkerap
terlupakan semua tujuan dari perenungan
Bersama gejolak peraduan angan dan tantangan, hampir tak
bersisa harap, hingga sujud mampu menembus bumi dan desak tangis mampu menembus
langit.
Bersama gempita perayaan angan dan impian, hingga tak
teringat harap, hingga sujud lenyap dari memori dan gelak tawa mengguncang
cakrawala.
Senin, 17 Juni 2013
Perspektif dan Metafora
Nilai kehidupan yang kita kenal
umumnya membuat kita akan berfikir bahwa makanan super enak sekalipun akan
menjatuhkan selera dan bahkan mengundang amarah ketika disuguhkan atau
disodorkan dengan menggunakan kaki. Sebagaimana hal lainnya, kita akan berpikir
dalam dan panjang bahkan hingga menahan diri untuk menyatakan “makanannya gak enak!!” ketika orang yang
menyuguhkannya adalah sosok yang baik hati, rupa, kata, dan tata.
Tentang sebuah sajian. Dalam posisi
penyaji, jika kita ingin mendapatkan timbal balik yang baik maka cara penyajian
adalah aspeknya yang vital.
Senin, 10 Juni 2013
Antara Aku dan Sahabat di Panggung Gemerlap
Seorang aku berdiri di sana, di
tengah-tengah kerumunan manusia. Beberapa kali memaksa menerobos, menyelusup
demi kursi yang kosong ditinggalkan untuk sekedar berdamai dengan denyut pegal
bahu dan kaki.
Di saat semua wajah berpoleskan
rias aneka warna, rambut-rambut bertatakan ramuan mahal, wangi parfum aneka
negeri leluasa bersemilir, baju-baju nan molek menebar kekaguman, lengan-lengan
berjinjingkan tas bertatah logam mulia, tangan-tangan bergenggamkan gadget
terbaru dan termahal, siluet blits kamera saling berbalas, postur-postur tegap
dan semampai penuh asupan gizi dan sepatu tinggi.
Diari Jogja-Jakarta-Serang di 1 Juni
(Semacam) Laporan Pertanggungjawaban
Delegasi BEM KM UGM 2011 untuk Walimahan Lakso Anindito-Rizca Mery Adiaty
Kaus oblong dan celana olahraga yang semuanya berwarna merah untuk perjalanan menuju ibukota, Jakarta. Ya, aku suka warna merah, dia seperti memberiku energi tambahan untuk berani dan menantang hiruk-pikuk suasana perjalanan yang penuh ketidakpastian. Dan perjalananku kali ini adalah perjalanan dengan 'misi suci' sebagai seorang delegasi.
Sejak mengenal perjuangan, aku jatuh hati pada tantangan dan menduakan kenyamanan. Beberapa kali tepat konteks dan beberapa kali hanya menjadi apologi :D. Kali yang ini mungkin apologi, di saat aku harus berhadapan dengan ancaman keterlambatan sehingga meninggalkan banyak hal yang menggantung di Yogyakarta lalu menerobos celah demi celah jalanan sempit gang Kutu Dukuh dan jalanan padat Jalan Magelang, menuju Terminal Jombor. Padahal bisa saja tidak perlu menempuh cara demikian jika saja kemarin tidak berlebih waktu membaringkan sadar sampai setengah hari sehingga meninggalkan banyak agenda.
Senin, 13 Mei 2013
Jalan Sunyi Cinta
Sepoi-sepoi angin malam nyata dan maya turut membawa lirih syair sunyi:
Sekeping hati dibawa berlari
jauh melalui jalanan sepi
jalan kebenaran indah terbentang
di depan matamu, para pejuang
tapi jalan kebenaran, tak akan selamanya sepi
ada ujian yang datang melanda
ada perangkap menunggu mangsa
Akan kuatkah kaki yang melangkah
bila disapa duri yang menanti
Akan kaburkah mata yang menatap
pada debu yang pastikan hinggap
berharap senang dalam berjuang bagai merindu rembulan di tengah siang
JalanNya tak seindah sentuhan mata
pangkalnya jauh, ujungnya belum tiba..
(Saujana, Suci Sekeping Hati)
***
Banyak orang yang memilih keramaian, karena yang terlihat di
sana adalah sukacita kendati fana. Dan sedikit yang memilih untuk menepi dari
kegerahan ramai lalu merebah diri dalam sunyi, di bawah teduh Kasih Sang Maha
Pengasih.
Langganan:
Postingan (Atom)


