Sabtu, 08 Desember 2012

Membangun Kearifan bersama Masalah


Pagi hari ini seharusnya aku memenuhi  jadwal untuk kembali menekuni adonan keramik dan anyaman serat rami untuk bahan skripsiku, namun lain untuk kasus Rabu pekan ini sehingga aku batalkan rencana itu. Kondisi khusus ini menuntutku untuk fleksibel mengurusi hal lain, mengingat dua hari sebelum ini HP-ku hilang beserta data-data berharga isinya ditambah kemarin baru saja menabrak orang lalu terjatuh di jalan. Ya, aku harus mengurusi buntut kejadian-kejadian itu, mengurus kedua nomor kontakku yang lama, mengurus motorku yang rusak, dan mengurus orang yang aku tabrak.

Kamis, 06 Desember 2012

Refleksi Tali Terompah


Awal Desember ini seperti tidak lepas dari kejadian yang menagih refleksi. Setelah kemarin dalam waktu yang berdekatan si Marun (helm) terjatuh lalu rusak dalam umurnya yang masih muda dan kemudian si Acung (Handphone) yang terjatuh lalu raib di rimba jalan raya, hari ini aku harus membuat seorang anak manusia terjatuh lalu terkapar setelah Hamraa (motor) yang aku tunggangi menabrak sepeda yang dia gunakan untuk menyeberangi jalan raya siang hari yang ganas memanas. Aku merasa kacau sekali waktu itu, terburu-buru mengejar keterlambatan sampai-sampai lupa memenuhi ruang kesadaran di jalanan. Fatal akibatnya karena mempertaruhkan banyak hal. Ini pertaruhan nyawa, harta, dan harga diri;

Rabu, 05 Desember 2012

2 Desember dan Kebanggan Simbolik


Hari ini adalah hari keduaku mengikuti pertemuan nasional mahasiswa PBSB DEPAG RI di Tambak Beras, Jombang. Bagi yang lain ini adalah hari ketiganya, karena aku baru bergabung di hari kedua. Kantuk sisa semalam rasa-rasanya masih tersisa sehingga banyak agenda hari ini yang aku selingi dengan ‘kegiatan’ mengantuk. Kantuk sisa semalam suntuk menjelajah jalanan Jombang-Surabaya, demi memenuhi euforia kedatanganku di Jawa Timur. Berbekal pinjaman motor, helm, dan seorang rekan seperjuangan di kampus, jadilah malam Ahad 2 Desember ini berasa touring singkat; berkeliling dan tersesat di kota Surabaya untuk sekedar mencari patung Suro-Boyo yang terkenal, bereksperimen dengan kamera handphone yang minimalis dan gambar hasil yang selalu memburam kurang cahaya, berkenalan dengan gigitan nyamuk-nyamuk liar di pinggiran Kebun Binatang Surabaya, mencuci muka dengan gerimis malam Jawa Timur, menikmati keindahan dan kebersihan kota Surabaya, menyaksikan secara langsung tempat kejadian perkara Lumpur Lapindo Sidoarjo, dan meneropong sejumput kehidupan malam Surabaya.

Kisah tentang (Mungkin) Akhir Aku dan Acung


Sore tadi selepas maghrib, di tengah-tengah gerimis dan kegelapan, aku harus mengakui bahwa sahabatku, si Acung (SAMSUNG Champ Duos) telah terjatuh. Kejadian ini tentunya menjadi sebuah momentum yang akan membuatku menjalani episode baru, tanpa Acung dan data-data penting di dalamnya, termasuk beberapa hal tentang orang-orang yang telah berinteraksi denganku.

Selasa, 04 Desember 2012

Aku, PBSB DEPAG RI, dan 1 Desember 2012


1 Desember, awal bulan ini aku isi dengan sebuah perjalanan ke Jombang, tepatnya ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras. Ini momen akbar tahunan bagi para mahasiswa-mahasiswi penerima Beasiswa Program Beasiswa Santri Berprestasi Departemen Agama Republik Indonesia (PBSB DEPAG RI), tajuknya adalah pembinaan nasional dan pemilihan kepengurusan nasional. Bagiku pribadi ini adalah pertemuan nasional kelima yang aku ikuti, yang pertama aku ikuti bertempat di sebuah hotel di Bandung, kemudian tahun berikutnya di sebuah Pondok Pesantren di Brebes, kemudian tahun berikutnya lagi di Pondok Pesantren Pandanaran Yogyakarta (pertemuan tidak nasional, dibagi per regional, UGM digabung dengan UIN), kemudian tahun berikutnya lagi di Bali, dan sekarang –tahun ini- di Jombang, Jawa Timur. Dari kesemua pertemuan akbar tersebut yang paling berkesan adalah yang pertama, di Bandung. Belum ada tandingannya dalam aspek kenyamanan, pelayanan, kesahajaan, koordinasi kepanitiaan, kondusivitas forum, dan kebersamaan. Dan yang paling kacau –untuk parameter yang sama- adalah pertemuan nasional yang di Bali.

Ada apa saja di pertemuan nasional mahasiswa PBSB DEPAG RI?

Senin, 19 November 2012

Selasa, 06 November 2012

Ledakan Rindu nan Syahdu


thala’al badru ‘alainaa, min tsaniyyaatil wadaa’,
wajabasysyukru ‘alainaa, maa da’aa lillaahi daa’,
ayyuhal mab’uutsu fiinaa, ji-ta bil amril muthaa’,
ji-ta syarraftal madiinah, marhaban yaa khayra daa’….”

Nasyid ini menggema merdu berulang-ulang memenuhi setiap sudut ruangan Gedung Islamic Center Kabupaten Ciamis, pun ruang batinku. Mungkin saja kesyahduan ini juga yang dirasakan olehAnshaar dan Muhaajiriin ketika menyambut kedatangan Rasulullah Muhammad –shallallaahu ‘alaihi wa sallam-, atau bahkan lebih dahsyat karena kedahsyatan pribadi yang mereka sambut kala itu. Terlepas dari realita suasana yang terjadi dalam sejarah, bagiku hari ini memang benar-benar terasa syahdu ketika menyambut rombongan jama’ah haji dari Kabupaten Ciamis, terlebih karena di antara kerumunan mereka ada ibu dan bapakku.