Tampilkan postingan dengan label prinsip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label prinsip. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 April 2012

Sepotong Episode Menegakkan Langkah

Deklarasi syahadat itu harus dirayakan bung
Ada banyak ruang, dalam 3 dimensi ungkapan cinta
Ya kamu merasakan getaran kebenarannya di sanubari dan jiwa
Ya kamu mengucapkannya, kata-kata tentang rasa
Ya kamu bekerja semaksimalnya, sekuat sekemampuan raga

Kuranglebih begitulah landasan prinsipnya ketika kaki harus menghadapi dilema menegakkan langkah.

Selasa, 27 Maret 2012

Eksplorasi Makna Ukhuwwah: Tentang Ekspresi dan Aktualisasi Ukhuwwah

Dia adalah tautan rasa kepemilikan atas darah, jiwa, cinta, empati, ideologi, sejarah, prinsip, ‘aqidah. Kemudian beberapa menganalogikannya sebagai kerinduan untuk perjumpaan, beberapa yang lain memaknainya sebagai kebersamaan yang syahdu, beberapa yang lainnya lagi mengumpamakannya sebagai sinapsis-sinapsis dalam sistem jaringan syaraf. Identik tapi unik.

Dia adalah jutaan jiwa dalam satu tubuh. Jika kaki kita terantuk karang, tangan tak kuasa berdiam untuk meraihnya, mulut tak ambil pusing untuk menunjukkan ekspresi termanyun-manyun lalu mengaduh, mata tak tega untuk tidak menggenangkan sedihnya, dahi tak tertahan untuk tidak mengerutkan keprihatinan. Dalam ukhuwwah kita mencoba untuk merangkai lengkung rasa yang sama; senyum dengan senyum, cemberut dengan cemberut, dan yang luar biasa adalah cemberut dengan senyum.