Selasa, 17 Desember 2013

Sebuah Cerita dari Perjalanan Cinta

Sebagaimana bahtera, navigator telah melengkapi sang nahkoda, beranjaklah dua peradaban yang bersatupadu dengan bekal taqwa dan ikatan miitsaaqan ghaliizhaa

Maka kisah berikutnya adalah lambaian haru para pengantar di semenanjung pelabuhan

Maka kisah berikutnya adalah riak-riak kecil yang lalu menggelombang di muka samudera kehidupan

Maka kisah berikutnya adalah angin yang menguji arah, dan badainya menantang luluh lantak, menguji ketenangan

Namun peta perjalanan sudah dipatri, manuskrip akhirat dicengkeram kuat di kanan dan di kiri

Hingga sejauh apapun perjalanan

Seberat apapun gelayut beban

Setinggi gunungpun gelombang tantangan

Sedahsyat apapun badai menggoyahkan

Perjalanan dua peradaban ini bertumpu pada iman dan kerinduan yang sama,
Kerinduan pada Sang Maha Cinta, Allaahu 'azza wa jalla

*****



Sebagaimana kepak dua sayap, berdampingan sepasang yang berbeda

Bergerak beriringan saling mengerti;
Bahwa beban yang dibawa telah sama berat dibagi,
Bahwa arah yang dituju akan sama jauh ditempuh

Berbahagialah sebuah perjalanan, yang terbang menembus angan-angan

Beriringan menyaksikan horison kehidupan
Di bawah lazuardi yang sama, lazuardi semesta Maha Cinta

Di garis jalinan yang barakah
Dalam curah rona sakiinah, mawaddah, dan rahmah

_Sawangan, 14 Desember 2013 / 09 Shafar 1435 H_



*Puisi ini dibuat sekitar 30 menit sebelum ditampilkan, by request panitia walimah nikahnya 2 orang guruku, mbak Fauziyatul Muslimah & mas Dimas Rinto Mahardika. Tiba-tiba ditodong di tempat buat nampilin puisi. Dadakan tapi menyenangkan, udah lama gak bikin puisi akhirnya bikin lagi :D

Baarakallaahu lakumaa, wa baaraka 'alaikumaa, wa jama'a bainakumaa fii khairin
aamiin Yaa Mujiibassaa`iliin..

5 komentar:

  1. Baru ngeh ka iqbal ngereply..hihi... *ketauan kepo abis tulisan orang ... ga kerasa udah setahun lebih yak... #barublogwalkinglagi haha.. apa kabar, ka?

    BalasHapus
    Balasan
    1. paraahhh... -_-"

      hehe..
      alhamdulillaah... kabarku baik Ichi.. apa kabar Ichi? masih betah di Bogor? :)

      Hapus